Showing posts with label Kata-Kata Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Kata-Kata Motivasi. Show all posts

Monday, March 24, 2014

Kunci Sukses (Aristotle Onassis)

Ingin sukses dan kaya raya seperti Aristotle Onassis? Kebetulan salah seorang Dextoners berbaik hati mengirimkan "surat wasiat" Aristotle Onassis yang katanya juga jadi kiat suksesnya. Entah benar atau tidak, tapi beberapa hal yang ditulis kelihatannya masuk akal. Berikut "surat wasiat" Aristotle Onassis:

* Jaga badanmu agar tetap sehat. Banggalah dengan fisik yang kita punya. Jangan risaukan hal-hal kecil, kita tidak sejelek seperti apa yang kita bayangkan.

* Jaga kulitmu agar tetap sehat. Karena kulit yang sehat akan tampak seperti orang yang banyak uang.

* Usahakan tersenyum, jangan suka cemberut. Perlihatkan bahwa segalanya beres. Dan, tunjukkan bahwa hidupmu sehari-hari selalu tampak menyenangkan.

* Jaga penampilanmu. Jangan pernah memperlihatkan dan menceritakan kemelaratanmu kepada siapapun. Karena biasanya orang benci pada orang yang melarat.

* Jangan tidur terlalu banyak. Kalau dapat mengurangi tidur 3 jam sehari, maka dalam setahun akan menambah waktu 1,5 bulan untuk meraih sukses.

* Makan secukupnya dan hindari makan enak. Jangan makan sambil bicara bisnis, tunggu sampai selesai dulu. Jangan menghabiskan waktu berjam-jam di meja makan selagi ada pekerjaan mendesak, yang menanti untuk segera diselesaikan.

* Kalau tidak punya modal, pinjam dulu dalam jumlah besar. Jangan meminjam dalam jumlah sedikit. Lalu segera kembalikan, jangan sekali-kali menunda jadwal pembayaran. Ini menyangkut reputasi, buat pemodal atau Bank percaya padamu.

* Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu. Dan, berusahalah terus sampai berhasil. Hindari orang yang suka mematahkan semangatmu.

* Dengarkan orang lain. Buatlah orang lain merasa senang. Hormati mereka, maka kita akan dihormati oleh semua orang. Ini adalah kunci suksesku yang utama.

Jarak Antara Masalah dan Pemecahannya

Kadangkala hidup terasa berat untuk dihadapi penuh duka, masalah dan kacau, saat itulah kita harus ingat di dalam lembah kita tumbuh.

Jika kita selalu berada di puncak gunung dan tidak mengalami kesakitan, kita tak akan dapat menghargai Kasih Allah dan akan hidup di dalam kesombongan.

Kita harus begitu banyak belajar dan pertumbuhan kita sangat lamban, kadang kita membutuhkan puncak gunung itu, tetapi di dalam lembah kita tumbuh

Kita tidak selalu dapat mengerti mengapa sesuatu terjadi begitu adanya, tetapi aku yakin akan satu hal, Tuhanku selalu besertaku.

Lembah kecil tidaklah berarti bila kita mengenang Kristus di atas salib Dia melewati lembah kematian; KemenanganNya adalah kejatuhan Iblis.

Ampuni aku Tuhan, karena menggerutu ketika aku merasa sangat lemah. Berikanlah padaku ingatan bahwa di dalam lembah aku tumbuh.

Terus kuatkanlah aku, Tuhan dan gunakan tiap hari dalam hidupku untuk membagi kasihMu dengan sesama dan membantu mereka menemukan jalan.

Terima kasih untuk lembah ini, Tuhan karena satu hal yang kutau puncak gunung sangat menyenangkan tapi di dalam lembah aku tumbuh!



INGATLAH...
Jarak terdekat antara masalah dan pemecahannya adalah jarak antara lututmu dan lantai. Seseorang yang berlutut pada Tuhan, dapat menghadapi
segalanya.

HARGA MANUSIA

Di mana letak harga manusia? Pada harta kekayaannya, pada kepribadiannya, pada pangkatnya? Atau pada martabatnya sebagai manusia? Manusia kaya, manusia pandai, manusia berpangkat, bukan harga yang abadi.  Hanya manusia baik yang membuat semua harga itu menjadi abadi.

Kita mengenal Presiden Lincoln yang berjabatan top di negaranya, dan dia terkenal oleh usahanya membebaskan kaum Negro dari status perbudakan.  Dan dia dikenang orang.  Pandangannya tentang harga manusia yang harus sama telah membuatnya punya harga sebagai manusia.  Pemimpin politik lain yang miskin dan tak pernah menjabat kedudukan tinggi dalam negara adalah Mahatma Gandhi.  Dia pun terkenal menjunjung tinggi kemanusiaan.  Karena dia orang besusila, maka namanya juga abadi.  Ada juga orang kaya seperti Alfred Nobel, yang menggunakan warisan kekayaannya untuk mendorong penemuan baru untuk perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.  Dia juga dikenang.

Ketiga contoh di atas menunjukkan bahwa harta, pangkat, dan kepandaian seseorang tidak ada harganya sama sekali kalau tidak didasari kebaikan.  Siapa saja bisa menjadi manusia baik, tidak pandang bulu.  Dia boleh pengemis, boleh petani, boleh pedagang, boleh doktor, boleh menteri, boleh gelandangan.  Gelandangan yang baik lebih berharga daripada koruptor kaya.

Dengan kekayaan, manusia dapat meningkatkan kebaikan dirinya.  Dia dapat berbuat banyak untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan pertolongannya.  Orang sakit.  Orang yang tak mampu berobat.  Orang yang tak mampu menyekolahkan anaknya.  Orang yang menderita kesepian karena ditinggalkan sanak-saudaranya.  Orang yang kena musibah mendadak yang membutuhkan pertolongan.

Selain orang kaya, orang berjabatan pun punya kesempatan banyak untuk berbuat baik.  Dengan kekuasaannya ia dapat mengarahkan perhatian kepada nasib orang yang membutuhkan pertolongan.  Begitu pula orang pandai, mereka dapat memeras otaknya memikirkan cara menolong banyak manusia yang menderita bukan karena kesalahannya.

Pendidikan susila kiranya perlu diperhatikan, entah dengan cara apa saja.  Pendidikan susila mengarahkan ajaran untuk mendorong si anak berbuat baik, berbuat susila, agar harga dirinya sebagai manusia cukup kuat.

Manusia itu disebut manusia kalau berbuat sebagai manusia.  Umpatan bahwa 'dia itu binatang' menunjukkan nilai bahwa orang yang dimaki itu melakukan sesuatu yang merendahkan derajatnya sendiri sebagai manusia.  Kalau dia manusia, tentu tidak akan berbuat begitu.

Harga manusia terletak pada perbuatannya, pada apa yang dipikirkannya, dikatakannya, dan dilakukannya.  Manusia yang berpikiran jernih, jujur, penuh kasih, tentu akan tampak dari apa yang dilakukannya.  Tetapi, manusia lebih dari itu.  Manusia juga harus peduli pada sesamanya, lingkungan hidupnya.  Kelalaian memperhatikan lingkungan dapat memerosotkan harga dirinya sebagai manusia.  Di kota besar, orang cenderung acuh tak acuh apabila ada orang lain yang meminta pertolongan pada sesamanya karena mengalami kecelakaan.  Seolah-olah kecelakaan itu peristiwa biasa yang bukan urusannya.  Yang mengatur soal begitu toh sudah ada, mengapa mesti mengambil risiko untuk menolongnya? Inilah iklim kota besar yang disibukkan oleh urusan pribadi.  Dalam masyarakat komunal di daerah pinggiran, kepedulian terhadap nasib malang orang lain kadang masih sangat tebal.  Orang bersedia menolong, kadang dengan mengorbankan tenaga atau benda milik sendiri demi keselamatan orang lain.

Mengapa rasa kemanusiaan dapat begitu tipis di kota besar? Mengapa kehidupan kota besar dapat begitu kejam? Apakah rasa kemanusiaan telah hilang, telah menipis, oleh urusan pribadi yang penuh persaingan? Bagaimana kalau Pulau Jawa ini kelak benar-benar menjadi kota terpanjang di dunia?

Mudah-mudahan gambar suram itu tidak terjadi.  Kita memiliki pandangan hidup berbangsa, ber-Pancasila.  Pandangan hidup ini memberi peluang bagi kita untuk dapat memanusiakan diri kita sendiri kebersamaan persatuan, kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, toleransi, pengakuan keanekaragaman, dan nilai-nilai lain disediakan bagi kita agar dapat menjadi manusia yang manusiawi.

Memang mudah untuk bicara, tetapi sulit untuk berbuat.  Padahal harga manusia bukan pada yang diketahuinya, tetapi pada apa yang dilakukannya.  Orang rata-rata memang tahu harus berbuat baik sebagai manusia, tetapi beberapa pertimbangan mengurungkan niatnya untuk berbuat baik.


Pendidikan Pancasila bukan hanya hafalan di atas kertas ulangan, tetapi seharusnya juga dipraktekkan di lapangan.  Ada tidaknya Pancasila dalam pikiran bangsa Indonesia terlihat dalam praktek hidup bangsa ini sehari-hari, mulai dari yang berpangkat tinggi, yang mahakaya, yang cerdik cendekia, sampai yang gelandangan, gembel, dan orang-orang lugu.  Harga manusia Indonesia ada di sana.

Sunday, March 23, 2014

CARA MENDENGARKAN JAWABAN DOA

Ada seorang anak muda baru saja kehilangan pekerjaan. Beberapa waktu kemudian, pemuda ini tergesa-gesa mencari pendetanya. Ia mendapatkan pendetanya yang sudah agak tua itu di ruang belajarnya. Dengan nada kesal anak muda itu berkata, "Sudah lama saya meminta dengan sangat agar Tuhan mengatakan sesuatu untuk menolong saya yang sedang menganggur ini. Pendeta, coba terangkan kepada saya kenapa Tuhan tidak menjawab?".
Pendeta tua, yang duduk di sudut ruangan itu menjawab dengan suara yang sangat lembut. 

Begitu lembutnya, sehingga si orang muda melangkah mendekatinya. "Apa kata Pak Pendeta tadi? saya tidak mendengar", Sekali lagi pendeta itu mengatakan sesuatu, dan kali ini pun berkata dengan suara yang begitu lembut. Anak muda itu terpaksa lebih mendekatkan diri kepada pendetanya. "Maaf Pak Pendeta", katanya. "Saya belum dapat mendengar jawaban Bapak".

Dalam keadaan tatap muka yang amat dekat, pendeta itu berkata, "Kadang-kadang Tuhan membisikkan sesuatu kepada kita. Kita akan mengerti bisikan Nya jika kita berada dekat sekali dengan Dia". Tuhan selalu menjawab doa-doa yang disampaikan kepada Nya. Kadang Tuhan menjawab "tidak" sebagai jawaban bagi doa kita. Kadang Dia menjawab dengan "ya". Tetapi sering juga Tuhan berkata "tunggu dulu".
Jadi, bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita, tetapi bagaimana cara kita mendengar jawaban dari Dia.



"Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada Nya" 1 Yohanes 5:15

7 Hal yang Tidak Bisa Kita Ubah Dalam Hidup




Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita ubah....

1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!

2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf...) pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't respect you, is it terrible?

3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.

4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau
hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang, karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look to the future and see how good it is.

6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus
dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm.....
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.

Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.

Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang tinggi, dll, dsb deh.

*"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan"**



Sekian dari Saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.... :D